Tengoklah kembali perjalanan Anda saat ini, akan menuju kemana? Apakah ke arah yang lebih baik, atau ke arah yang lebih buruk, atau tetap saja seperti saat ini? Tetapkanlah sebuah putusan dan jalanilah menuju konsekuensinya.
Powered By Blogger

Minggu, 03 Mei 2009

PENGERTIAN SOSIOLOGI

PENGERTIAN SOSIOLOGI

Sosiologi adalah pengetahuan atau ilmu tentang sifat masyarakat, perilaku masyarakat, dan perkembangan masyarakat. Sosiologi merupakan cabang Ilmu Sosial yang mempelajari masyarakat dan pengaruhnya terhadap kehidupan manusia. Sebagai cabang Ilmu, Sosiologi dicetuskan pertama kali oleh ilmuwan Perancis, August Comte. Comte kemudian dikenal sebagai Bapak Sosiologi. Namun demikian, sejarah mencatat bahwa Émile Durkheim — ilmuwan sosial Perancis — yang kemudian berhasil melembagakan Sosiologi sebagai disiplin akademis. Sebagai sebuah ilmu, sosiologi merupakan pengetahuan kemasyarakatan yang tersusun dari hasil-hasil pemikiran ilmiah dan dapat di kontrol secara kritis oleh orang lain atau umum.

== Pengertian ==

Sosiologi merupakan sebuah istilah yang berasal dari kata latin socius yang artinya teman, dan logos dari kata Yunani yang berarti cerita, diungkapkan pertama kalinya dalam buku yang berjudul "''Cours De Philosophie Positive''" karangan [[August Comte]] (1798-1857). Sosiologi muncul sejak ratusan, bahkan ribuan tahun yang lalu. Namun sosiologi sebagai ilmu yang mempelajari [[masyarakat]] baru lahir kemudian di [[Eropa]].

[[Berkas:Auguste Comte.jpg|200px|right|thumb|Potret [[Auguste Comte]].]]
Sejak awal masehi hingga abad 19, [[Eropa]] dapat dikatakan menjadi pusat tumbuhnya peradaban [[dunia]], para ilmuwan ketika itu mulai menyadari perlunya secara khusus mempelajari kondisi dan perubahan [[sosial]]. Para ilmuwan itu kemudian berupaya membangun suatu teori sosial berdasarkan ciri-ciri hakiki [[masyarakat]] pada tiap tahap [[peradaban]] manusia.

Dalam buku itu, Comte menyebutkan ada tiga tahap perkembangan intelektual, yang masing-masing merupakan perkembangan dari tahap sebelumya.

Tiga tahapan itu adalah :
# Tahap teologis; adalah tingkat pemikiran manusia bahwa semua benda di dunia mempunyai jiwa dan itu disebabkan oleh suatu kekuatan yang berada di atas manusia.
# Tahap metafisis; pada tahap ini manusia menganggap bahwa didalam setiap gejala terdapat kekuatan-kekuatan atau inti tertentu yang pada akhirnya akan dapat diungkapkan. Oleh karena adanya kepercayaan bahwa setiap cita-cita terkait pada suatu realitas tertentu dan tidak ada usaha untuk menemukan hukum-hukum alam yang seragam.
# Tahap positif; adalah tahap dimana manusia mulai berpikir secara ilmiah.

Comte kemudian membedakan antara ''sosiologi statis'' dan ''sosiologi dinamis''. Sosiologi statis memusatkan perhatian pada hukum-hukum statis yang menjadi dasar adanya [[masyarakat]]. Sosiologi dinamis memusatkan perhatian tentang perkembangan masyarakat dalam arti pembangunan.oe

Rintisan Comte tersebut disambut hangat oleh masyarakat luas, tampak dari tampilnya sejumlah ilmuwan besar di bidang sosiologi. Mereka antara lain [[Herbert Spencer]], [[Karl Marx]], [[Emile Durkheim]], [[Ferdinand Tönnies]], [[Georg Simmel]], [[Max Weber]], dan [[Pitirim Sorokin]](semuanya berasal dari Eropa). Masing-masing berjasa besar menyumbangkan beragam pendekatan mempelajari masyarakat yang amat berguna untuk perkembangan Sosiologi.

* [[Herbert Spencer]] memperkenalkan pendekatan '''analogi organik''', yang memahami masyarakat seperti tubuh manusia, sebagai suatu [[organisasi]] yang terdiri atas bagian-bagian yang tergantung satu sama lain.
* [[Karl Marx]] memperkenalkan pendekatan '''materialisme''' dialektis, yang menganggap konflik antar-kelas sosial menjadi intisari perubahan dan perkembangan masyarakat.
* [[Emile Durkheim]] memperkenalkan pendekatan '''fungsionalisme''' yang berupaya menelusuri fungsi berbagai elemen [[sosial]] sebagai pengikat sekaligus pemelihara keteraturan sosial.
* [[Max Weber]] memperkenalkan pendekatan '''verstehen''' (pemahaman), yang berupaya menelusuri nilai, [[kepercayaan]], tujuan, dan sikap yang menjadi penuntun perilaku manusia.

== Definisi Sosiologi ==

Berikut ini definisi-definisi sosiologi yang dikemukakan beberapa ahli.

*'''[[Pitirim Sorokin]]'''

Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka macam gejala sosial (misalnya gejala ekonomi, gejala keluarga, dan gejala moral), sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara gejala sosial dengan gejala non-sosial, dan yang terakhir, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari ciri-ciri umum semua jenis gejala-gejala sosial lain.

*'''[[Roucek dan Warren]]'''

Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok-kelompok.

*'''[[William F. Ogburn]]''' dan '''[[Mayer F. Nimkopf]]'''

Sosiologi adalah penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial dan hasilnya, yaitu organisasi sosial.

*'''[[J.A.A Von Dorn]]''' dan '''[[C.J. Lammers]]'''

Sosiologi adalah ilmu pengetahuan tentang struktur-struktur dan proses-proses kemasyarakatan yang bersifat stabil.

*'''[[Max Weber]]'''

Sosiologi adalah ilmu yang berupaya memahami tindakan-tindakan sosial.

*'''[[Selo Sumardjan]]''' dan '''[[Soelaeman Soemardi]]'''

Sosiologi adalah ilmu kemasyarakatan yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial termasuk perubahan sosial.

*'''[[Paul B. Horton]]'''

Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan penelaahan pada kehidupan kelompok dan produk kehidupan kelompok tersebut.

*'''[[Soejono Sukamto]]'''

Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan perhatian pada segi-segi kemasyarakatan yang bersifat umum dan berusaha untuk mendapatkan pola-pola umum kehidupan masyarakat.

*'''[[William Kornblum]]'''

Sosiologi adalah suatu upaya ilmiah untuk mempelajari masyarakat dan perilaku sosial anggotanya dan menjadikan masyarakat yang bersangkutan dalam berbagai kelompok dan kondisi.

*'''[[Allan Jhonson]]'''

Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan dan perilaku, terutama dalam kaitannya dengan suatu sistem sosial dan bagaimana sistem tersebut mempengaruhi orang dan bagaimana pula orang yang terlibat didalamnya mempengaruhi sistem tersebut.

Dari berbagai definisi diatas, maka dapat disimpulkan bahwa :

{{cquote|'''Sosiologi''' adalah ilmu yang membicarakan apa yang sedang terjadi saat ini, khususnya pola-pola hubungan dalam masyarakat serta berusaha mencari pengertian-pengertian umum, [[rasional]], [[empiris]] serta bersifat [[umum]]}}

== Pokok bahasan sosiologi ==
* '''Fakta sosial'''
Fakta sosial adalah cara bertindak, berpikir, dan berperasaan yang berada di luar individu dan mempunya kekuatan memaksa dan mengendalikan individu tersebut. Contoh, di [[sekolah]] seorang murid diwajidkan untuk datang tepat waktu, menggunakan seragam, dan bersikap hormat kepada [[guru]]. Kewajiban-kewajiban tersebut dituangkan ke dalam sebuah aturan dan memiliki sanksi tertentu jika dilanggar. Dari contoh tersebut bisa dilihat adanya cara bertindak, berpikir, dan berperasaan yang ada di luar individu (sekolah), yang bersifat memaksa dan mengendalikan individu (murid).

* '''Tindakan sosial'''
Tindakan sosial adalah suatu tindakan yang dilakukan dengan mempertimbangkan perilaku orang lain. Contoh, menanam bunga untuk kesenangan pribadi bukan merupakan tindakan sosial, tetapi menanam bunga untuk diikutsertakan dalam sebuah lomba sehingga mendapat perhatian orang lain, merupakan tindakan sosial.

*'''Khayalan sosiologis'''
[[Khayalan sosiologis]] diperlukan untuk dapat memahami apa yang terjadi di masyarakat maupun yang ada dalam diri manusia. Menurut [[Wright Mills]], dengan khayalan sosiologi, kita mampu memahami sejarah [[masyarakat]], riwayat hidup pribadi, dan hubungan antara keduanya.

Alat untuk melakukan khayalan sosiologis adalah ''troubles'' dan ''issues''. ''Troubles'' adalah permasalahan pribadi individu dan merupakan ancaman terhadap nilai-nilai pribadi. Issues merupakan hal yang ada di luar jangkauan kehidupan pribadi individu. Contoh, jika suatu daerah hanya memiliki satu orang yang menganggur, maka pengangguran itu adalah ''trouble''. Masalah individual ini pemecahannya bisa lewat peningkatan keterampilan pribadi. Sementara jika di kota tersebut ada 12 juta penduduk yang menganggur dari 18 juta jiwa yang ada, maka pengangguran tersebut merupakan ''issue'', yang pemecahannya menuntut kajian lebih luas lagi.

*'''Realitas sosial'''
Seorang sosiolog harus bisa menyingkap berbagai tabir dan mengungkap tiap helai tabir menjadi suatu realitas yang tidak terduga. Syaratnya, sosiolog tersebut harus mengikuti aturan-aturan ilmiah dan melakukan pembuktian secara ilmiah dan objektif dengan pengendalian prasangka pribadi, dan pengamatan tabir secara jeli serta menghindari penilaian normatif.

== Perkembangan sosiologi dari abad ke abad ==
=== Perkembangan pada abad pencerahan ===
Banyak ilmuwan-ilmuwan besar pada zaman dahulu, seperti [[Sokrates]], [[Plato]] dan [[Aristoteles]] beranggapan bahwa manusia terbentuk begitu saja. Tanpa ada yang bisa mencegah, masyarakat mengalami perkembangan dan kemunduran.

Pendapat itu kemudian ditegaskan lagi oleh para pemikir di [[abad pertengahan]], seperti [[Agustinus]], [[Ibnu Sina]], dan [[Thomas Aquinas]]. Mereka berpendapat bahwa ''sebagai makhluk hidup yang fana, [[manusia]] tidak bisa mengetahui, apalagi menentukan apa yang akan terjadi dengan masyarakatnya''. Pertanyaan dan pertanggungjawaban ilmiah tentang perubahan masyarakat belum terpikirkan pada masa ini.

Berkembangnya ilmu [[pengetahuan]] di [[abad pencerahan]] (sekitar abad ke-17 M), turut berpengaruh terhadap pandangan mengenai perubahan [[masyarakat]], ciri-ciri ilmiah mulai tampak di abad ini. Para ahli di zaman itu berpendapat bahwa pandangan mengenai perubahan masyarakat harus berpedoman pada akal budi manusia.

=== Pengaruh perubahan yang terjadi di abad pencerahan ===

Perubahan-perubahan besar di [[abad pencerahan]], terus berkembang secara revolusioner sapanjang abad ke-18 M. Dengan cepat struktur [[masyarakat]] lama berganti dengan struktur yang lebih baru. Hal ini terlihat dengan jelas terutama dalam [[revolusi Amerika]], [[revolusi industri]], dan [[revolusi Perancis]]. Gejolak-gejolak yang diakibatkan oleh ketiga revolusi ini terasa pengaruhnya di seluruh dunia. Para ilmuwan tergugah, mereka mulai menyadari pentingnya menganalisis perubahan dalam [[masyarakat]].

=== Gejolak abad revolusi ===

Perubahan yang terjadi akibat [[revolusi]] benar-benar mencengangkan. Struktur [[masyarakat]] yang sudah berlaku ratusan tahun rusak. [[Bangasawan]] dan kaum [[Rohaniawan]] yang semula bergemilang harta dan kekuasaan, disetarakan haknya dengan rakyat jelata. [[Raja]] yang semula berkuasa penuh, kini harus memimpin berdasarkan undang-undang yang di tetapkan. Banyak kerajaan-kerajaan besar di Eropa yang jatuh dan terpecah.
[[Berkas:Arcole vernet.jpg|200px|right|thumb|Revolusi Perancis berhasil mengubah struktur masyarakat feodal ke masyarakat yang bebas]]
Gejolak abad revolusi itu mulai menggugah para ilmuwan pada pemikiran bahwa perubahan [[masyarakat]] harus dapat dianalisis. Mereka telah menyakikan betapa perubahan masyarakat yang besar telah membawa banyak korban berupa [[perang]], [[kemiskinan]], pemberontakan dan kerusuhan. Bencana itu dapat dicegah sekiranya perubahan masyarakat sudah diantisipasi secara dini.

Perubahan drastis yang terjadi semasa abad revolusi menguatkan pandangan betapa perlunya penjelasan rasional terhadap perubahan besar dalam masyarakat. Artinya :

*Perubahan masyarakat bukan merupakan nasib yang harus diterima begitu saja, melainkan dapat diketahui penyebab dan akibatnya.

*Harus dicari metode ilmiah yang jelas agar dapat menjadi alat bantu untuk menjelaskan perubahan dalam masyarakat dengan bukti-bukti yang kuat serta masuk akal.

*Dengan metode ilmiah yang tepat (penelitian berulang kali, penjelasan yang teliti, dan perumusan teori berdasarkan pembuktian), perubahan masyarakat sudah dapat diantisipasi sebelumnya sehingga krisis sosial yang parah dapat dicegah.

=== Kelahiran sosiologi modern ===

Sosiologi modern tumbuh pesat di benua [[Amerika]], tepatnya di Amerika Serikat dan Kanada. Mengapa bukan di Eropa? (yang notabene merupakan tempat dimana [[sosiologi]] muncul pertama kalinya).

Pada permulaan abad ke-20, gelombang besar imigran berdatangan ke [[Amerika Utara]]. Gejala itu berakibat pesatnya pertumbuhan [[penduduk]], munculnya kota-kota [[industri]] baru, bertambahnya kriminalitas dan lain lain. Konsekuensi gejolak sosial itu, perubahan besar masyarakat pun tak terelakkan.

Perubahan masyarakat itu menggugah para ilmuwan [[sosial]] untuk berpikir keras, untuk sampai pada kesadaran bahwa pendekatan sosiologi lama ala [[Eropa]] tidak relevan lagi. Mereka berupaya menemukan pendekatan baru yang sesuai dengan kondisi masyarakat pada saat itu. Maka lahirlah sosiologi modern.

Berkebalikan dengan pendapat sebelumnya, pendekatan sosiologi modern cenderung [[mikro]] (lebih sering disebut pendekatan empiris). Artinya, perubahan masyarakat dapat dipelajari mulai dari fakta sosial demi fakta sosial yang muncul. Berdasarkan fakta sosial itu dapat ditarik kesimpulan perubahan masyarakat secara menyeluruh. Sejak saat itulah disadari betapa pentingnya penelitian (research) dalam sosiologi.

=== Perkembangan pada abad pencerahan ===
Banyak ilmuwan-ilmuwan besar pada zaman dahulu, seperti [[Sokrates]], [[Plato]] dan [[Aristoteles]] beranggapan bahwa manusia terbentuk begitu saja. Tanpa ada yang bisa mencegah, masyarakat mengalami perkembangan dan kemunduran.

Pendapat itu kemudian ditegaskan lagi oleh para pemikir di [[abad pertengahan]], seperti [[Agustinus]], [[Ibnu Sina]], dan [[Thomas Aquinas]]. Mereka berpendapat bahwa ''sebagai makhluk hidup yang fana, [[manusia]] tidak bisa mengetahui, apalagi menentukan apa yang akan terjadi dengan masyarakatnya''. Pertanyaan dan pertanggungjawaban ilmiah tentang perubahan masyarakat belum terpikirkan pada masa ini.

Berkembangnya ilmu [[pengetahuan]] di [[abad pencerahan]] (sekitar abad ke-17 M), turut berpengaruh terhadap pandangan mengenai perubahan [[masyarakat]], ciri-ciri ilmiah mulai tampak di abad ini. Para ahli di zaman itu berpendapat bahwa pandangan mengenai perubahan masyarakat harus berpedoman pada akal budi manusia.
[[Berkas:Contoh.jpg]]

=== Pengaruh perubahan yang terjadi di abad pencerahan ===

Perubahan-perubahan besar di [[abad pencerahan]], terus berkembang secara revolusioner sapanjang abad ke-18 M. Dengan cepat struktur [[masyarakat]] lama berganti dengan struktur yang lebih baru. Hal ini terlihat dengan jelas terutama dalam [[revolusi Amerika]], [[revolusi industri]], dan [[revolusi Perancis]]. Gejolak-gejolak yang diakibatkan oleh ketiga revolusi ini terasa pengaruhnya di seluruh dunia. Para ilmuwan tergugah, mereka mulai menyadari pentingnya menganalisis perubahan dalam [[masyarakat]].

=== Gejolak abad revolusi ===

Perubahan yang terjadi akibat [[revolusi]] benar-benar mencengangkan. Struktur [[masyarakat]] yang sudah berlaku ratusan tahun rusak. [[Bangasawan]] dan kaum [[Rohaniawan]] yang semula bergemilang harta dan kekuasaan, disetarakan haknya dengan rakyat jelata. [[Raja]] yang semula berkuasa penuh, kini harus memimpin berdasarkan undang-undang yang di tetapkan. Banyak kerajaan-kerajaan besar di Eropa yang jatuh dan terpecah.
[[Berkas:Arcole vernet.jpg|200px|right|thumb|Revolusi Perancis berhasil mengubah struktur masyarakat feodal ke masyarakat yang bebas]]
Gejolak abad revolusi itu mulai menggugah para ilmuwan pada pemikiran bahwa perubahan [[masyarakat]] harus dapat dianalisis. Mereka telah menyakikan betapa perubahan masyarakat yang besar telah membawa banyak korban berupa [[perang]], [[kemiskinan]], pemberontakan dan kerusuhan. Bencana itu dapat dicegah sekiranya perubahan masyarakat sudah diantisipasi secara dini.

Perubahan drastis yang terjadi semasa abad revolusi menguatkan pandangan betapa perlunya penjelasan rasional terhadap perubahan besar dalam masyarakat. Artinya :

*Perubahan masyarakat bukan merupakan nasib yang harus diterima begitu saja, melainkan dapat diketahui penyebab dan akibatnya.

*Harus dicari metode ilmiah yang jelas agar dapat menjadi alat bantu untuk menjelaskan perubahan dalam masyarakat dengan bukti-bukti yang kuat serta masuk akal.

*Dengan metode ilmiah yang tepat (penelitian berulang kali, penjelasan yang teliti, dan perumusan teori berdasarkan pembuktian), perubahan masyarakat sudah dapat diantisipasi sebelumnya sehingga krisis sosial yang parah dapat dicegah.

=== Kelahiran sosiologi modern ===

Sosiologi modern tumbuh pesat di benua [[Amerika]], tepatnya di Amerika Serikat dan Kanada. Mengapa bukan di Eropa? (yang notabene merupakan tempat dimana [[sosiologi]] muncul pertama kalinya).

Pada permulaan abad ke-20, gelombang besar imigran berdatangan ke [[Amerika Utara]]. Gejala itu berakibat pesatnya pertumbuhan [[penduduk]], munculnya kota-kota [[industri]] baru, bertambahnya kriminalitas dan lain lain. Konsekuensi gejolak sosial itu, perubahan besar masyarakat pun tak terelakkan.

Perubahan masyarakat itu menggugah para ilmuwan [[sosial]] untuk berpikir keras, untuk sampai pada kesadaran bahwa pendekatan sosiologi lama ala [[Eropa]] tidak relevan lagi. Mereka berupaya menemukan pendekatan baru yang sesuai dengan kondisi masyarakat pada saat itu. Maka lahirlah sosiologi modern.

Berkebalikan dengan pendapat sebelumnya, pendekatan sosiologi modern cenderung [[mikro]] (lebih sering disebut pendekatan empiris). Artinya, perubahan masyarakat dapat dipelajari mulai dari fakta sosial demi fakta sosial yang muncul. Berdasarkan fakta sosial itu dapat ditarik kesimpulan perubahan masyarakat secara menyeluruh. Sejak saat itulah disadari betapa pentingnya penelitian (research) dalam sosiologi.
Kamus Besar Bahasa Indonesia
Andrey Korotayev, Artemy Malkov, and Daria Khaltourina, Introduction to Social Macrodynamics, Moscow: URSS, 2006. ISBN 5-484-00414-4 [1].

1 komentar: